Breaking News

Sibolga Digemparkan Kasus Bom Molotov, Korban Malah Didatangi Sekelompok Massa

 

Sibolga, Busermabes.com – Misteri kasus dugaan pelemparan bom molotov yang menyasar rumah warga di Kota Sibolga masih belum menemui titik terang. Hingga kini, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap siapa pelaku di balik aksi tersebut.

Di tengah proses hukum yang berjalan, muncul polemik setelah pernyataan korban, Risman Lase, di media sosial ditafsirkan berbeda oleh sejumlah pihak. Risman pun menegaskan bahwa dirinya tidak pernah menuduh warga Pasar Belakang sebagai pelaku dalam peristiwa tersebut.

"Saya tidak pernah menyebut warga Pasar Belakang sebagai pelaku. Yang saya sampaikan adalah dugaan lokasi keberadaan orang yang diduga terlibat berdasarkan informasi yang saya terima saat itu. Untuk menentukan siapa pelakunya adalah kewenangan aparat penegak hukum," ujar Risman.

Menurut Risman, terdapat perbedaan makna antara pernyataan "diduga pelaku berada di Pasar Belakang" dengan "warga Pasar Belakang adalah pelaku." Ia menilai kedua pernyataan tersebut tidak dapat disamakan karena tidak pernah menyimpulkan bahwa seluruh warga di kawasan tersebut terlibat.

Klarifikasi itu disampaikan setelah puluhan orang yang mengaku berasal dari kawasan Pasar Belakang mendatangi kediamannya pada Sabtu (18/7/2026). Risman menduga kedatangan tersebut terjadi akibat adanya kesalahpahaman terhadap isi pernyataannya yang beredar.

Ia menyayangkan munculnya persoalan baru di tengah masyarakat akibat perbedaan penafsiran. Menurutnya, kondisi tersebut justru dapat menimbulkan spekulasi apabila kasus utama, yakni pengungkapan pelaku dugaan bom molotov, belum segera diselesaikan.

"Saya berharap masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi. Mari kita serahkan sepenuhnya kepada kepolisian untuk mengungkap fakta sebenarnya," katanya.

Risman juga meminta aparat kepolisian memberikan perlindungan terhadap dirinya dan keluarga selama proses hukum berlangsung. Ia berharap pengungkapan perkara dapat dilakukan secara profesional, transparan, dan sesuai ketentuan hukum.

Peristiwa dugaan pelemparan bom molotov terhadap rumah Risman Lase pertama kali terjadi pada 12 Maret 2026. Kasus tersebut kemudian kembali dilaporkan setelah terjadi insiden serupa melalui Laporan Polisi Nomor LP/B/102/VI/2026/SPKT/POLRES SIBOLGA/POLDA SUMATERA UTARA tertanggal 25 Juni 2026.

Risman juga meminta perhatian dari sejumlah lembaga pengawas, seperti Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), Ombudsman Republik Indonesia, serta Mabes Polri agar turut melakukan pengawasan terhadap proses penanganan perkara tersebut.

Menurutnya, pengawasan eksternal diperlukan untuk memastikan proses penyelidikan berjalan objektif serta memberikan kepastian hukum bagi semua pihak.

Koordinator Pusat Aliansi Aktivis Kota (AKTA), Arigusti, meminta kepolisian segera mengungkap pelaku dugaan bom molotov tersebut. Ia menilai lambannya pengungkapan dapat memicu berkembangnya berbagai asumsi di tengah masyarakat.

"Semakin lama pelaku belum terungkap, semakin besar peluang munculnya berbagai spekulasi. Karena itu, kepolisian harus segera mengungkap dan menangkap pelaku sesuai proses hukum yang berlaku," tegas Arigusti.

Sementara itu, Humas Polres Sibolga Aiptu Hadi Hamonangan Sitanggang memastikan penyelidikan terhadap kasus tersebut masih berlangsung.

"Satreskrim Polres Sibolga telah melakukan olah tempat kejadian perkara, memeriksa para saksi, serta mengumpulkan informasi yang berkaitan dengan perkara tersebut," ujar Hadi, Minggu (19/7/2026).

Terkait kedatangan sejumlah warga ke rumah Risman, Hadi mengatakan personel Polres Sibolga yang dipimpin Kasat Intelkam IPTU Suryantoni telah turun ke lokasi untuk menjaga keamanan dan memastikan situasi tetap kondusif.

Sementara itu, Kepala Lingkungan Kelurahan Pancuran Gerobak, Sabar Hutabarat, menyampaikan bahwa pihaknya belum mengetahui secara langsung tujuan kedatangan sejumlah warga tersebut.

"Sejauh ini saya tidak mengetahui secara langsung dari warga Pancuran Gerobak, khususnya Lingkungan II, karena tidak ada laporan. Mengenai informasi tersebut dan tujuannya saya tidak mengetahuinya," kata Sabar.

Ia menambahkan, pihaknya akan tetap berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas, Babinsa, serta pihak terkait lainnya untuk menjaga keamanan dan memperkuat komunikasi antarwarga agar situasi tetap aman dan kondusif. (Rilas)

© Copyright 2022 - BUSER MABES